Mengolah Sampah Menjadi Energi Listrik

mengolah sampah menjadi energi listrik
kamaribedo.blogspot.com

Pengolahan sampah di indonesia boleh dibilang masih tahap perkembangan, dan yang terbaru yaitu pemerintah dan instansi terkait akan membangun pembangkit listrik tenaga sampah, progam ini diharapkan dapat mengatasi masalah sampah di indonesia serta daerah yang belum mendapatkan suplai energi listrik , dapat menggunakan listrik yang dihasilkan dari proyek ini untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi teknologi pengolahan sampah menjadi energi bisa diterapkan di kawasan terpencil di daerah pesisir.

Di negara negara maju seperti Denmark, Swis, Amerika dan Prancis. Mereka  telah memaksimalkan proses pengolahan sampah. Tidak hanya mengatasi bau  busuk saja tapi sudah mengubah sampah – sampah ini menjadi energi  listrik. Khusus di Denmark 54 persen sampah diubah menjadi energi listrik.

Dengan alat yang berupa digester dan generator untuk mengolah dan membangkitkan listrik, hal itu bisa dilakukan. Dengan syarat yaitu terdapatnya sampah organik yang dibutuhkan untuk menghasilkan listrik bagi kapasitas digester terkecil 3 meter kubik atau 1 ton, dengan masukan biomassa/ hari sekitar 150 kg material kering, dan sudah mampu menghasilkan listrik sekitar 5 atau 6 Kwh atau sama dengan 5.000 -6.000 watt per hari.


mengolah sampah menjadi energi listrik
m.rmoljabar.com


Setiap harinya, Instalasi BD 3000 L menghasilkan biogas pada kemurnian > 80 % metan (CH4) sebanyak 5,4 m3 yang memiliki daya nyala dan kalori tinggi sebagai bahan kompor guna masak memasak setara dengan 2,48 kg LPG, atau bahan bakar gas tersebut dapat menyalakan 1 unit genset 1000 watt sebanyak 6,48 KWH (kilo watt hour). Selain penerimaan dari penjualan bahan bakar gas atau energi listrik diatas, instalasi BD 3000L menghasilkan lumpur (slurry) dengan kualitas pupuk cair organik sebanyak 0,6 m3/ hari. L

Kalau proyek ini berhasil, diharapkan ketergantungan energi listrik di indonesia dengan batu bara dapat di minimalisir. Sebagai ilustrasi 100.000 ton sampah sama dengan 10.000 ton batu bara, untuk itu masyarakat harus ikut andil dalam hal membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan yang kita tempati bersih dan tidak berbau busuk. Karena cerminan negara maju adalah lingkungan yang bersih.
Artikel Terkait