Teknologi Modern Pengolahan Sampah




Teknologi merupakan perangkat yang digunakan manusia untuk melakukan suatu pekerjaan, di zaman modern seperti ini, teknologi sudah berkembang pesat, banyak orang - orang pintar yang berinovasi untuk mempercanggih teknologi, dengan canggihnya teknologi semua kegiatan manusia yang lambat bisa dipercepat dan yang sulit bisa dipermudah. Contohnya teknologi modern pengolahan sampah ini.

Pengolahan sampah di indonesia hingga saat ini memang belum bisa terselesaikan, contohnya di kota - kota besar di indonesia, seperti jakarta, bandung, semarang dan lain - lain. Maka dari itu di ciptakan teknologi modern untuk mengolah sampah menjadi barang yang mempunyai nilai guna yang nantinya juga akan berguna bagi masyarakat. Karena jika sampah tidak di olah kembali, akan mengakibatkan rusaknya lingkungan dan membuat lingkungan tersebut tidak nyaman lagi untuk di tempati.

Berikut dua mesin canggih yang di gunakan utuk mengolah sampah beserta penjelasannya,

1. Mesin sampah dari Jepang


Secara umum, mekanisme konversi sampah plastik menjadi BBM adalah dengan menggunakan metode pirolisis, yaitu memanaskan plastik pada suhu di atas 400oC tanpa oksigen. Pada suhu tersebut, plastik akan meleleh dan kemudian berubah menjadi gas. Pada saat proses tersebut, rantai panjang hidrokarbon akan terpotong menjadi rantai pendek. Selanjutknya proses pendinginan dilakukan pada gas tersebut sehingga akan mengalami kondensasi dan membentuk cairan. Cairan inilah yang nantinya menjadi bahan bakar, baik berupa bensin maupun bahan bakar diesel. Untuk mendapatkan hasil dan performa yang lebih baik, maka ditambahkanlah katalis. Beberapa parameter sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan antara lain yaitu suhu, waktu, dan jenis katalis. Alat yang dikembangkan oleh BLEST sendiri menggunakan metode non katalis.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/syamsiro/mengintip-teknologi-pengolahan-sampah-plastik-menjadi-bahan-bakar-minyak-bbm-di-jepang_552823c46ea834af448b457d
Secara umum, mekanisme konversi sampah plastik menjadi BBM adalah dengan menggunakan metode pirolisis, yaitu memanaskan plastik pada suhu di atas 400oC tanpa oksigen. Pada suhu tersebut, plastik akan meleleh dan kemudian berubah menjadi gas. Pada saat proses tersebut, rantai panjang hidrokarbon akan terpotong menjadi rantai pendek. Selanjutknya proses pendinginan dilakukan pada gas tersebut sehingga akan mengalami kondensasi dan membentuk cairan. Cairan inilah yang nantinya menjadi bahan bakar, baik berupa bensin maupun bahan bakar diesel. Untuk mendapatkan hasil dan performa yang lebih baik, maka ditambahkanlah katalis. Beberapa parameter sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan antara lain yaitu suhu, waktu, dan jenis katalis. Alat yang dikembangkan oleh BLEST sendiri menggunakan metode non katalis.


 2. Mesin sampah dari Korsel



 


Mesin ini cara pengoprasiannya menggunakan cips. Mesin sampah ini otomatis akan terbuka jika kita menempelkan cips dimesin kemudian  tertutup kembali setelah kita pencet tombol tutup. Sampah akan terseret kedalam dan diproses oleh sebuah mesin kemudian dibawa oleh kontener menuju ke pengolahan sampah berikutnya.Canggih sekali bukan, bisa jadi kotak sampah berupa mesin seperti ini malah gak bikin kucing atau tikus ngacak-ngacak sampah. Bau sampah juga tak tercium lagi. Penyakit yang disebabakan oleh sampah juga bisa diatasi. Mesin sampah ini ada 2 jenis yaitu sampah organik dan juga sampah anorganik dan tabung yang ditengah, berupa minyak goreng bekas pakai.

Teknologi ini akan cocok sekali jika di pakai di indonesia, seperti yang di kutib di tribunnews, di indonesia sudah ada TPA yang menggunakan teknologi canggih untuk mengolah sampah menjadi barang yang berguna, untuk itu jangan buang sampah sembarangan, kebersihan merupakan sebagian dari iman, masyarakat harus lebih kreatif lagi untuk mengolah sampah menjadi bahan yang berguna, agar lingkungan yang kita tempati bisa nyaman dan indah untuk di lihat. Demikian semoga bermanfaat.

Secara umum, mekanisme konversi sampah plastik menjadi BBM adalah dengan menggunakan metode pirolisis, yaitu memanaskan plastik pada suhu di atas 400oC tanpa oksigen. Pada suhu tersebut, plastik akan meleleh dan kemudian berubah menjadi gas. Pada saat proses tersebut, rantai panjang hidrokarbon akan terpotong menjadi rantai pendek. Selanjutknya proses pendinginan dilakukan pada gas tersebut sehingga akan mengalami kondensasi dan membentuk cairan. Cairan inilah yang nantinya menjadi bahan bakar, baik berupa bensin maupun bahan bakar diesel. Untuk mendapatkan hasil dan performa yang lebih baik, maka ditambahkanlah katalis. Beberapa parameter sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan antara lain yaitu suhu, waktu, dan jenis katalis. Alat yang dikembangkan oleh BLEST sendiri menggunakan metode non katalis.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/syamsiro/mengintip-teknologi-pengolahan-sampah-plastik-menjadi-bahan-bakar-minyak-bbm-di-jepang_552823c46ea834af448b457
Secara umum, mekanisme konversi sampah plastik menjadi BBM adalah dengan menggunakan metode pirolisis, yaitu memanaskan plastik pada suhu di atas 400oC tanpa oksigen. Pada suhu tersebut, plastik akan meleleh dan kemudian berubah menjadi gas. Pada saat proses tersebut, rantai panjang hidrokarbon akan terpotong menjadi rantai pendek. Selanjutknya proses pendinginan dilakukan pada gas tersebut sehingga akan mengalami kondensasi dan membentuk cairan. Cairan inilah yang nantinya menjadi bahan bakar, baik berupa bensin maupun bahan bakar diesel. Untuk mendapatkan hasil dan performa yang lebih baik, maka ditambahkanlah katalis. Beberapa parameter sangat berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan antara lain yaitu suhu, waktu, dan jenis katalis. Alat yang dikembangkan oleh BLEST sendiri menggunakan metode non katalis.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/syamsiro/mengintip-teknologi-pengolahan-sampah-plastik-menjadi-bahan-bakar-minyak-bbm-di-jepang_552823c46ea834af448b45
Artikel Terkait