Lampu dari Botol Bekas Tanpa listrik

Jenius adalah kalimat yang tepat untuk seorang Alfredo Moser  mahasiswa dari MIT yang menemukan sebuah alat penerangan alternatif yang di terbuat dari botol plastik minuman bekas, yang berfungsi sebagai lampu tenaga surya. Lalu, Illac Diaz, Direktur Eksekutif Yayasan MyShelter Filipina mewujudkan ide penemuan tersebut dan menciptakan Liter of Light Project. Ini adalah perusahaan sosial yang mencari solusi perumahan yang berkelanjutan untuk tunawisma dan kurangnya infrastruktur di negara-negara berkembang, seperti Filipina.

Dia sangat prihatin kepada warga filipina yang masih tinggal di permukiman kumuh, rumah - rumah yang di permukiman kumuh itu kalau siang atau malam selalu gelap, pemerintah filipina memang belum menyalurkan listrik ke daerah itu, karena warga di permukiman kumuh itu tidak mampu membayar tagihan listrik setiap hari, di kerenakan ekonominya yang masih pas - pasan, mereka hanya mampu mencukupi kebutuhan makan mereka sehari - hari.

Untuk membantu warga di kawasan kumuh ini maka, illac Diaz yang sebelumnya adalah seorang bintang film memperkenalkan temuannya yaitu lampu dari botol bekas air mineral yang menyala tanpa listrik. Ide diambil dengan memanfaatkan sinar matahari yang diteruskan oleh botol plastik bekas minum air mineral, maka cahayangya berpendar menjadi lampu berkekuatan setara 50 watt.

Lampu dari Botol Bekas Tanpa listrik
whowhatwhy.org

Alat dan bahan untuk membuat lampu tenaga surya: 

1. Botol minum bekas ukuran 1,5 liter / Botol air mineral plastik habis pakai / Botol plastik lainnya yang besar.

2. Seng polos atau gelombang, disesuaikan dengan genteng rumah/bangunan, misalnya atap berupa Asbes gelombang maka pilihlah seng bentuk gelombang pula.
Seng dipotong kotak ukuran 25 x 30 cm.

3. Lem plastik secukupnya dan bayclean (cairan pemutih)

Cara membuatnya: 

1. Lubangi seng berbentuk lingkaran, dengan ukuran lebih kecil sedikit dari Botol air mineral 1,5 liter. Kurang lebih selisih 2 mm agar botol dapat masuk dengan rapat.


2. Haluskan lubang dengan amplas atau sikat kawat/lainnya.
3. Pasang botol – Masukkan pada lubang yang ada, separuh di bawah dan separuh diatas.

4. Lem sekeliling botol yang menempel pada seng, atas dan bawah melingkar, gunakan lem plastik atau lainnya yang bisa kedap dan tahan air untuk menghindari kebocoran saat hujan.


5. Dengan memasukan air ke dalam botol. Fungsinya untuk memberkas cahaya matahari dan memancarkannya ke dalam ruangan.

6. Untuk menjaga agar air tetap jernih, maka dimasukan satu tutup larutan pemutih ke dalam air. Dan terakhir tutup rapat botol air mineral tersebut, sebaiknya tutupnya juga di lem agar rapat anti bocor.
Lampu dari Botol Bekas Tanpa listrik
www.youngmarketing.co
Lampu dari Botol Bekas Tanpa listrik
www.literoflightusa.org
 
Lampu ini memiliki kekurangan yaitu pada saat malam hari tidak bisa menyala, karena tidak ada penetrasi sinar matahari. walaupun begitu penemuan ini sudah sangat membantu bagi masyarakat di sana, mereka bisa menjalankan aktivitas rumah pada siang hari dengan lancar dan penuh kegembiraan.

Ini akan sangat cocok jika di terapkan di negara kita Indonesia, mengingat masih banyak warga miskin yang daerahnya belum teraliri listrik, cara membuatnya simple sekali tidak membutuhkan biaya yang mahal dan sebagian besar orang pasti bisa membuatnya.

Artikel Terkait

2 komentar

iya mas, dengan kreativitas yang kita miliki kita dapat membantu sesama

Balas